Thursday, January 15, 2009

Pe De

January 4th, 2009 | Published in Slang

“Nan … ! gue nggak Pe De nih bikin blog .. gue kan bukan penulis..” Aku berusaha menolak usulan Nani untuk mulai membuat blog. Aku merasa tidak yakin bisa menulis, karena aku bukanlah seorang Zara Zettira sang Novelis yang terkenal itu, atau seorang Kafi Kurnia yang semua orang sudah mengakui kepiawaiannya menulis. “Pe De aja lagi…!” kata Nani berusaha memberiku semangat.

PD (Pe De) adalah singkatan dari Percaya Diri. Percaya berarti yakin. Percaya Diri atau percaya kepada diri sendiri artinya yakin benar atau memastikan akan kemampuan atau kelebihan diri sendiri atas sesuatu (bahwa akan dapat memenuhi harapannya).

Malam Minggu lalu, ada pentas seni yang diadakan oleh salah satu Sekolah Menengah Atas terkenal di Jakarta. Hampir seluruh anak-anak gaul di Jakarta terfokus di acara tersebut. Penampilan mereka pun beraneka ragam terutama murid-murid laki-laki. Ada yang datang dengan model rambut seperti sapu ijuk, jabrik dimana-mana sehingga sebagian mukanya dipenuhi rambut karena poninya panjang. Ada yang bergaya dengan rambut model kribo dan kusut, seperti sudah bertahun-tahun tidak cuci rambut. Dan ada juga yang rambutnya cuma diikat ke belakang karena panjang sekali. Mereka semua tampak PD berjalan kian kemari. Tidak ada rasa malu, tidak ada rasa minder, dan tidak ada yag merasa aneh. Padahal, aturan model rambut laki-laki umumnya pendek saja.

Murid-murid perempuan lain lagi gayanya. Ada yang mengenakan stocking warna merah mencolok. Model bajunya pun tidak jelas. Corak blus dan roknya tabrakan alias tidak senada, atau istilah anak sekarang nggak ‘matching’. Blusnya kotak-kotak sementara roknya boleces-boleces atau polkadot. Model rambut mereka??? Hmmmm… Dari yang tidak simetris hingga gaya yang rambut yang di tata seperti gaya ibu-ibu. Dan mereka … tampak PD aja tuh …..

Sementara Anak-anak berseliweran dengan aneka penampilan mereka, di panggung terlihat band-band pengisi acara dengan PD-nya mulai berjingkrak-jingkrak. Para personilnya mengangguk-anggukkan kepala, rembutnya berjuntai-juntai menutupi mukanya yang sudah basah oleh keringat. Suara mereka terdengar meraung-raung. Buat telingaku mereka seperti berteriak-teriak saja, karena tidak jelas syair apa yang sedang mereka nyanyikan. Suara musiknya pun menggelegar-gelegar memekakkan telinga.

Setelah itu muncul seorang penyanyi melankolis yang menyanyi dengan suaranya yang mendayu-dayu. Aku tidak dapat menikmatinya karena warna suaranya terkesan cengeng untuk seorang laki-laki remaja, nadanya pun kadang terdengar sumbang. Penampilannya membingungkanku. Dengan rambut menutupi sebagian matanya, celana jeans ketat, tubuhny terilhat sangat kurus. Namun mereka tetap tampil dengan PD di depan penonton. Kudengar sebagian besar penonton wanita tak henti-hentinya meneriakkan nama sang penyanyi dengan histeris. Aku cuma bisa geleng-geleng kepala.

Aku ingat Siska, sahabatku. Tadi pagi dia menelponku dan berkata bahwa semalaman dia tidak bisa tidur. Sudah berulang-ulang dia membaca teks pidato kata sambutan yang ditulisnya. Teks itu harus dia baca sebagai ketua Panitia Bakti Sosial ibu-ibu di kantor suaminya pada acara pembukaan minggu depan. Berulang kali juga Siska berdiri di depan kaca, mengatur posisi berdiri, mengatur keras pelannya suara dan gaya membawakan pidatonya, supaya tidak terlihat kaku. Setiap kata didalam teks pidatonya, di ulang-ulang, di hafal, agar tidak salah.

Aku jadi geli mendengar ceritanya. Ini adalah kali pertama Siska harus berpidato di hadapan orang banyak. Terbayang olehku Siska harus membaca pidatonya di hadapan Bapak Mentri Sosial, Bapak Direktur dan Ibu, yang telah memberi kepercayaan kepadanya untuk menjadi Ketua Panitya Bakti Sosial besar ini. Belum lagi, tamu-tamu undangan rekan bisnis dan donatur-donatur yang telah menyumbang. Dia bilang ingin rasanya dia berikan tanggung jawab ini kepada teman panitia yang lain. Siska benar-benar tidak PD menghadapi situasi ini.

Ketidak PD-an, biasanya timbul karena belum pernah melakukan, belum biasa atau tidak adanya keyakinan diri dalam menghadapi sesuatu. Padahal PD (Percaya Diri) atau kepercayaan diri dapat dilatih dengan sering melakukan hal-hal yang belum diyakininya.

Namun kepercayaan diri yang berlebihan juga kadang dapat membuat keadaan tidak menjadi baik. Dua hari lalu Tasha mengatakan bahwa dia baru saja mengirim bunga untuk Andrew sebagai tanda cintanya. Padahal sudah berkali-kali aku berusaha menjelaskan bahwa Andrew kini jalan dengan Arumi, selebritas yang sedang naik daun. Namun dengan PD-nya Tasha selalu menepis argumenku dengan mengatakan, ”Tenang aja deh…. cinta Andrew tuh cuma buat gue kok…”.

Aku sudah kehabisan akal. Aku sudah tidak tahu lagi bagaimana menyadarkan sahabatku yang satu ini, Tasha seperti tidak mau menerima kenyataan. Padahal Andrew memang sudah hampir sebulan tidak pernah lagi berusaha menghubungi Tasha.

Akhirnya aku cuma bisa menghela napas. Ternyata kita perlu memiliki dosis PD yang pas dan tepat …

Nina Muriza

Sunday, December 28, 2008

Ge Er

GR (baca: Gé éR= Gedé Rasa)

GR (baca: Gé éR= Gedé Rasa)

December 14th, 2008 | Published in Slang

“Hai.. apa kabar sayang? Udah lama banget ya kita nggak ketemu… Kamu makin cantik aja… 20 tahun ada kali ya kita nggak ketemu.. terakhir waktu kamu jadi Teller di Bank Niaga… Kamu masih kerja? Atau udah jadi nyonya besar?” begitu banyak pernyataan dan pertanyaan yang Irvan lontarkan pada saat bertemu dengan Sari di Acara Reuni besar SMP nya dulu.

Sari hanya senyum-senyum saja mendengar pujian Irvan yang ditujukan padanya. Namun dalam hatinya dia merasa GR. Ada rasa senang dan rasa tersanjung. Di usianya yang sudah tidak muda lagi ternyata masih ada pria yang menganggapnya cantik. Padahal Sari sadar betul bahwa dia sudah tidak secantik masa-masa remaja dulu. Sudah timbul sedikit-sedikit keriput tentunya diusianya yang hampir 50, 3 tahun lagi.

Dan yang membuat hatinya semakin berbunga bunga adalah karena Irvan juga memanggilnya ‘sayang’. Rasanya sudah lama sekali Sari tidak pernah mendengar kata itu. Dulu jaman masih pacaran dengan pria yang kini menjadi suaminya memang selalu memanggilnya ‘sayang’. Namun seiring dengan berjalannya waktu kata itu hampir tidak pernah keluar lagi dari mulut suaminya.

Dengan tidak sabar, sambil berbinar-binar dan dengan bangganya Sari langsung menceritakan sanjungan Irvan tadi kepada Susi yang sedari tadi memperhatikan dari jauh keakraban yang terjalin antara Irvan dan Sari.”Sus, kayaknya Irvan suka sama gue deh …”.

“Yah Sar……. kamu ke-GR-an amat sih. Irvan memang begitu. Semua cewek- cewek sama dia dipanggil sayang dan semua orang dia bilang cantik… bahkan kadang-kadang seksi… Kata-kata itu sudah jadi bahasa sehari harinya Irvan. Bukan berarti dia naksir kamu.” kata Susi sambil tertawa geli.

“Aku sih nggak pernah merasa GR kalau ada cowok panggil aku sayang. Karena aku sendiri sering kok GR-GR-in cowok,” kata Susi lagi tanpa merasa bersalah bahwa jawabannya sedikit banyak menghancur luluhkan rasa senang dan rasa ketersanjungan Sari. Namun buat Susi penting sekali menyadarkan Sari pada kenyataan bahwa keramah tamahan Irvan bukan berarti dia menyukai Sari secara khusus.

GR adalah singkatan dari Gede Rasa. Gede berasal dari bahasa Jawa yang artinya besar. Rasa berhubungan dengan perasaan seseorang. Jadi GR atau Gede Rasa artinya bisa merasa tersanjung yang tidak pada tempatnya; merasa penting atau terlalu percaya diri bahkan salah paham; bisa juga berarti perasaan senang dalam jumlah besar(gede=besar) atau berlebihan. GR adalah kata sifat. Dari kata ini kemudian timbul kata benda ke-GR-an. Dan ‘GR-GR-in’ adalah bentuk kata kerja slang yang artinya membuat seseorang merasa GR.

“Hebat lo…! Orang-orang belum selesai ulangannya, lo udah keluar duluan…” begitu komentar Chacha kepada Mario di kantin sekolah, usai ulangan Matematika. Padahal menurut Chacha ulangan Matematika barusan cukup sulit.

“Tenang Cha… begitu gue liat soalnya, ternyata nggak beda dengan contoh soal tahun lalu. Nilai 9 aja sih udah di tangan….”, kata Mario degan gaya yakin.

GR lo! Angka-angka hitungannya kan belum tentu sama? Siapa tahu angkanya dirubah,” ujar Chacha berusaha menepis keyakinan mario yang berlebihan itu. Keyakinan akan suatu hal yang berlebihan juga bisa dikatakan GR.

Merasa GR memang suatu perasaan yang menyenangkan selama kita mampu membedakan mana yang nyata dan mana yang bukan. Karena kalau kita mudah GR bisa repot urusannya, orang akan mudah mempermainkan perasaan kita. Apakah Anda sering merasa GR dalam hidup Anda?

Nina Muriza

Comments are closed.

Thursday, December 11, 2008

Ada sopan santun dan tata cara pada saat kita menjalin suatu hubungan.
Untuk menjaga suatu hubungan tetap terjalin dengan baik, yang terpenting adalah..
Keikhlasan menerima apa adanya keadaan dari orang-orang disekeliling kita tanpa melihat status dan keberadaan mereka adalah salah satu kunci untuk menjaga hubungan itu tetap terjalin dengan baik...

Saling menerima kekurangan dan kelebihan masing2 merupakan pemanis suatu hubungan...
Serta Kasih sayang dan pengertian, akan memperdalam hubungan itu menjadi kekal dan abadi....



Semoga

Monday, December 8, 2008

Dari Sabang Sampai Merauke

"Selamat siang....!"
"Siang paaaak....." Jawab anak2 sambil terkantuk-kantuk.... di tengah jam pelajaran terakhir mereka.
Pelajaran Geografi adalah pelajaran yang paling anak-anak nggak suka.. selain pelajarannya yang nggak menarik.. gurunya pun nggak ngenakin banget....

Si Kotak sibuk dengan game di Hpnya..... Sambil senyum-senyum Chacha, Anjani dan Juwita sibuk melihat foto-foto narsis mereka di Hp Munaf..... Sementara Munaf sedang curhat ke Mario mengenai CLBK nya dengan Ekky... Sekelompok Anak-anak yang duduk di deretan belakang merebahkan kepalanya diatas meja, sebagian kecil murid saja yang berusaha untuk mendengarkan penjelasan Pak Husni.

Di tengah hiruk pikuk kelas... Suara Pak Husni terdengar menggelegar....
"Anak-anak....!!! Siapa yang bisa menyanyikan lagu Dari Sabang Sampai Merauke??"
Semua diam dan tidak ada satupun anak-anak yang berani mengacungkan jarinya tanda bisa...
Sambil menahan tawa, Mereka saling melihat satu sama lain... karena tidak ada satupun diantara Mereka yang mengerti apa yang dikatakan Pak Husni...

"Memalukan....! Kalian adalah penerus bangsa..! Kalian tidak tau Lagu-lagu perjuangan para pahlawan kita pada masa perjuangan dulu.... Kalian hanya tau lagu-lagu kacangan.. lagu-lagu cengeng yang mendayu-dayu.. yang tidak ada rasa ke Patriotan nya sama sekali...!" masih dengan suara menggelegar Pak Husni kesal atas reaksi murid-muridnya.

Belum lagi Pak Husni melanjutkan kemarahannya.. Tiba-tiba terlihat sebuah acungan tangan dari deretan kursi paling depan.. Nisa yang duduk disebelah pusat acungan tangan itu jadi bingung... tidak percaya.. "Ai??" desahnya lirih..

"Ya Ai....! coba kamu nyanyikan lagu Dari Sabang Sampai Merauke...!"
Dengan Pe De nya Ai berdiri... Semua menunggu dengan hening..
"Dari sabang sampai merauke..." Ai mulai menyanyi....
Belum selesai Ai menyanyikan syair berikutnya... Suara gemuruh dan tawa dari warga kelas X-2 memecahkan konsentrasi Ai...
Nada yang Ai nyanyikan ternyata mengingatkan mereka pada lagu iklan Indomie yang sering mereka dengar dimana-mana.
Dengan tersipu-sipu dan muka merah padam, Ai kembali duduk.

Pak Husni berusaha menenangkan suasana kelas..
Sambil menulis syair lagu Dari Sabang Sampai Merauke Di White Board di depan kelas...
Dan mengajak anak-anak untuk menyanyikannya bersama-sama dengan semangat perjuangan yang di lakukan para Pahlawan kita dahulu......

Dari Sabang sampai Merauke
berjajar pulau-pulau..
Sambung menyambung
menjadi satu
itulah Indonesia..

Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah Airku Indonesia...

(indomie seleraku........)

Hilang rasa kantuk yang dirasakan kelas X-2 siang itu...







Semoga tidak terjadi lagi...

Friday, November 28, 2008

Kesempurnaan

Sebagai Manusia.... pastinya kita tau dan sadar bahwa tidak ada yang sempurna dalam kehidupan ini... Karena Kesempurnaan hanya milik Allah semata..

Dikeseharian..., banyak hal yang kita hadapi yang tidak sesuai dengan keinginan.... semua menjadi serba salah... jadi hambatan untuk melangkah ke langkah berikutnya... timbul kekecewaan yang bisa menjadi trauma... bahkan tak jarang, menjadi penyebab keputus asaan....

Pada saat memutuskan untuk menikah, Aletta yakin.. 5 tahun menjalin hubungan dengan Bram untuk saling mengenal sifat dan menyatukan cita2nya bukanlah waktu yg singkat... sudah cukup untuk terus mengikatnya dalam sebuah tali perkawinan.


Sekarang perkawinan mereka sudah memasuki tahun ke 12. Mereka dikaruniai 2 orang putra putri...
Paska kelahiran Cinta anaknya yg pertama, atas permintaan Bram, Aletta harus rela melepaskan pekerjaannya supaya bisa lebih focus dan maksimal membesarkan Cinta.

Kehidupan terus berjalan... Semua kebutuhan sudah terpenuhi...
Suami yang bertanggung jawab..., tempat tinggal yang nyaman dan astri..., menyekolahkan anak2 di sekolah International..., Liburan bersama disetiap akhir tahun... Merupakan kebahagiaan Aletta yang tidak habis2nya disyukuri...

Namun....,
semua itu hancur seketika, saat Aletta mendengar bahwa ternyata Bram... suami yang selama ini dia percaya dan dia cintai, berselingkuh dengan seorang wanita. Kebahagiaan yang mereka nikmati selama ini menjadi tidak berarti..

Mengingat semua tingkah laku Bram selama ini... rasanya tidak mungkin perselingkuhan itu ada.
Setiap hari, Bram berangkat dan pulang dari tempat kerjanya selalu on time.. semua jadwal kegiatan Bram diluar diketahui Aletta dengan baik... Bram selalu mengabarkan kemana dia pergi apabila dia harus pulang lewat dari waktu yang biasanya..

Dengan berusaha tenang... Aletta berusaha untuk mencari tau kebenaran cerita tsb...
Aletta mulai memperhatikan tingkah laku Bram... tidak ada yang berubah... semua masih seperti keseharian yang mereka jalani....
Dia mencoba membuat kejutan2.... Masih juga tidak terlihat perbedaan nya.. semua masih normal2 saja....,
cinta dan kasih sayang Bram masih Aletta rasakan...

Akhirnya... Dengan niat untuk menyelamatkan Rumah Tangga nya..., Aletta memberanikan diri bertanya kepada Dino, sahabat Bram sejak SMA... yang sekarang jadi rekan business nya..
Mulanya Dino sepertinya enggan menceritakan apa yg sesungguhnya terjadi... tapi...., karena Aletta terus mohon untuk kebaikan dan untuk introspeksi dirinya apabila memang kesalahan ada padanya, Dino mulai membuka sedikit demi sedikit, apa yang sedang terjadi sebenarnya dalam hidup Bram.

"Sekitar hampir setahun yang lalu..." Dino mulai bercerita,,, "kita ada meeting sama klien.. Mirna nama klien kita itu Ta... Cantik.. matang.. sexy diusianya yang sudah berkepala 4..., wawasannya luas...., pokoknya menarik dan menyenangkan.." Mirna sudah berkeluarga.. dan sedang menunggu kelahiran cucu pertamanya waktu itu... " Nggak tau kenapa... sejak pertemuan itu...Bram selalu menanyakan Mirna ke gue." menurut Bram... Dia seperti merasakan dan menemukan sesuatu dalam diri Mirna... Gue berusaha menyadarkan Bram Ta... bahwa itu semua cuman naluri kelaki lakian dia aja..... Tapi.. ternyata tanpa sepengetahuan gue, dia sudah sering telpon2an dan kalau waktu makan siang, Bram sering pergi sendiri nggak sama gue.... "Gue sering ingetin Ta", Dino berusaha menjelaskan bahwa dia tidak terlibat..."Tapi... gue juga nggak bisa masuk terlalu dalem.. Bram mustinya tau dia harus gimana dengan status dan tanggung jawabnya sama keluarga....."

Menurut Bram, dia menemui sosok kakak, sosok perempuan yang melindungi, perempuan yang bisa di ajak diskusi dengan segala macem masalah, yang nggak nuntut ini itu... penuh pengertian dan kesabaran, dalam pribadi Mirna. "Tapi Din..." Aletta mulai mengoreksi diri...." Rasanya, gue selalu berusaha semaksimal mungkin untuk jadi istri yang baik lho.... semua kebutuhan dan permintaan dia, selalu gue penuhin.... Dan selama ini, dia nggak ada complain apa2 sama gue... semua baik baik aja...

"Mungkin lo stasis aja Ta..." Dino mencoba membuka kekurangan Aletta... "Maksud lo Din?... gue diem di tempat aja? nggak juga... kegiatan gue banyak... mulai dari memanage semua keperluan rumah, urusan sekolah anak2...., gue juga nggak yang kuper2 banget... gue ikutan arisan Din... dari arisan ibu2 di sekolah anak2, arisan di lingkungan gue tinggal, arisan temen2 gue kuliah dulu.... arisan di kantor juga kan gue ikutan..." Aletta terus berusaha menjelaskan ke tidak statisannya. "Bukan itu maksud gue Ta... justru karena kesibukan lo itu... Bram merasa tersisihkan.... Dia nggak bisa lagi curhat sama lo kalau dia lagi ada problem atau masalah di luar rumah... Bisa jadi... ini yang dia dapet dari Mirna..."
Aletta
mulai berpikir dan bertanya kepada Dino... "Apa yang harus gue lakukan agar Bram menjauh dari perempuan itu ya Din.....?"
Karena Aletta yakin..., dirinya adalah manusia biasa..., yang tidak luput dari kekurangan.....



Nah.....
Untuk pembaca saya yg setia..... ternyata Dino bingung jawabnya....
Tolong bantu Dino menjawab pertanyaan Aletta tadi ya.....

Monday, November 24, 2008

Iman.. Ilmu.. Amal..

Iman..
Artinya kepercayaan(yang berekenaan dengan agama).
Ilmu..
Artinya pengetahuan atau kepandaian (soal duniawi, akhirat, lahir-bathin dsb)..
Amal.
.
Artinya perbuatan..

Untuk menjalani hidup kita di Dunia dan di Akhirat nanti... kita perlu suatu pegangan. Kalau saya boleh berbagi... ada 3 pegangan hidup yang paling tidak kita harus mengerti dan harus kita kuasai dengan baik....

Iman.. menurut KBBI, iman itu berarti kepercayaan.. keyakinan kita yang berhubungan dengan agama yg kita anut.. Dalam Agama islam.. ada 6 perkara yang harus kita percaya.
Percaya kepada Allah, Malaikat Allah, Kitab Allah (ALquran), Rasul Allah, Hari kiamat, Qada dan Qadar..
Semua itu kalau kita yakini dan kita kuasai makna2nya.. Insha Allah kita akan kuat dan pada saat datang cobaan-cobaan, atau hambatan yang kadang membuyarkan harapan2 yang sedang kita jalani... Cobaan itu tidak saja berupa kesusahan... tetapi kesenanganpun bisa jadi merupakan suatu cobaan.. yang mana, apabila kita tidak mempunyai keimanan... justru cobaan kesenangan itu akan menjadi kesengsaraan...
Keimanan ini juga merupakan landasan pada setiap langkah hidup yang kita jalani...

Ilmu.. menguasai pengetahuan yang tidak pernah ada habis2nya... dan terus meng Up date keilmuan kita....., belajar dan terus belajar......., supaya kita tidak tertinggal..., dan tidak terkungkung dalam putaran yang itu2 saja....
Pengetahuan yang harus kita Up date.., tidak hanya mengenai pengetahuan2 Duniawi... tetapi.., kita harus juga terus meng Up date pengetahuan2 kita mengenai Akhirat kita nanti...
Bahwa sekarang ada internet.. ada Blog, ada Blackberry, adalah merupakan suatu pengetahuan yang mau tidak mau harus kita ketahui.., walaupun tidak harus memiliki....
Bahwa sekarang banyak pengajian2... acara2 dzikir bersama.. adalah juga merupakan peng Up date tan ilmu kita untuk di Akhirat nanti..

Amal... adalah perbuatan.. mengamalkan berarti melaksanakan, menerapkan.., Iman dan Ilmu yang kita punya...

Kalau saja anak2 kita sejak kecil sudah kita tanamkan ke 3 hal tsb, atau kita pun sebagai orang dewasa, berusaha memahami ke 3 hal tsb...,
Insha Allah...






KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia, www.bahasakita.com)

Saturday, November 22, 2008

Chatting......(2)

Sisi: raaaaaaaa.....
Ira: Ape.... dmn lo?
Sisi: di rumah... lg ngapain lo?
Ira: Nyalon yuk... gue udah di PIM nih...
Sisi: nggak ah... kemaren br crembath..
Sisi: ra.... lo udah buka fb blm? lo liat profilenya si gita deh.... ada si maman temen kita SMA dulu....
Sisi: laen lo ra sekarang....
Ira: O ya?
Sisi: inget nggak sih? dulu lo ditaksir abeesss....
Sisi: wakakakak
Ira: Hihihi....
Ira: Jelek lo....
Sisi: makin cakep lho ra... lumayan buat gantiin laki lo yg lagi berenang ke laut...
Sisi: hahahha...
Ira:Kompor lo... masih ada bininya lagee.....
Sisi: eeeeee... jangan salah.... liat statusnya dong....
Sisi: single bo
Ira: Waduh.... cepetan deh.... tugas lo ya si.... cari info...
Ira: Hahahhahaa
Sisi: hahahha....
Sisi: ternyata ya temen gue ini.....
Sisi: dulu nggak mau....
Ira: Hihihihihihihihi.......
Ira: Dulukan dia baek banget ya....
Sisi: banget...
Ira: Inget nggak sih? Dia pernah nganterin kita ke rumah bu silalahi (guru matematik) di tanjung priok sana? dia kt suruh nunggu di mobil...
Sisi: iya iya....
Ira: Sementara kita lagi minta soal ulangan buat besoknya....
Ira: Hahahha
Sisi: Wakakakkak.... jailnya... kita nggak kasih juga soalnya ke dia kan....???
Ira: wakakakakak...
Ira: Jail ya?
Sisi: jadi apa ya dia skrng?
Sisi: mdh2an sukses....
Ira: Terakhir gue denger sih dia di ITB sekolahnya....
Sisi:ooo...
Sisi: ntar gue tanya gita ya... dmn dia sekarang...
Ira: Hehehhe... iseng lo si...
Ira: Lo kesini aja si...ngopi kek...
Ira: Gue di Irwan nih...
Sisi: ya udah...
Sisi: gue ke Sogo dulu kalau gitu...
Sisi: lagi sale 70% ra...
Ira: Iya... gue abis ini kesana...
Ira: Lo berangkat dong...
Ira: Jam 4 gue harus jemput anak2 nih...
Sisi: iyaaa.... cerewet !
Ira: Jangan lupa tanya maman ke gita...
Ira: Wakakakkakakkak.........
Sisi: GTL lo......